Tanya-jawab tentang cacar ular


Apakah cacar ular itu?

Cacar ular atau dampa atau herpes zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster. Saat pasien sembuh dari sakit cacar air, virusnya tidak hilang dari tubuh, melainkan bersembunyi di salah satu saraf tulang belakang pasien. Saat daya tahan tubuh pasien menurun, virus tersebut aktif kembali, menyebabkan munculnya lenting-lenting isi cairan sisi tubuh yang sesuai dengan persarafan saraf tulang belakang tersebut. Bagian yang sering kali terserang adalah  bagian dada dan wajah, namun dapat juga menyerang pinggang, lengan dan tungkai.

Bagaimana gejala klinis cacar ular?

Sebelum muncul gejala di kulit, biasanya pasien merasa demam, pegal-pegal, dan rasa nyeri pada tempat di mana kelainan kulit akan muncul. Setelah itu, muncul kemerahan disertai lenting-lenting yang bergerombol disertai rasa nyeri, terbakar, atau tertusuk-tusuk di daerah tersebut. Ingat, kelainan kulit seringkali hanya di salah satu sisi tubuh dan tidak menyeberangi garis tengah tubuh, kecuali pada pasien yang memiliki daya tahan tubuh sangat rendah.

Apakah lenting pada kulit pasien cacar ular boleh dipecahkan?

Tidak boleh. Jika lenting pada kulit pasien pecah, maka akan menjadi tempat masuk kuman yang dapat memperburuk keadaan pasien. Oleh karena itu, dokter biasanya akan memberikan bedak untuk membantu menjaga agar lenting tidak mudah pecah. JIka lenting sudah terlanjur pecah, jagalah kebersihan tubuh dan segera berobat untuk mendapatkan penanganan selanjutnya. Jangan menaburkan bedak pada lenting yang sudah pecah.

Apakah pasien cacar ular boleh mandi?

Pasien cacar air sebaiknya tetap mandi, supaya badannya tetap bersih. Namun pasien harus menjaga agar lenting-lenting yang ada di kulitnya tidak sampai pecah, misalnya tidak menggosok kulit saat mandi ataupun saat mengeringkan tubuh dengan handuk.

Apakah ada makanan yang harus dipantang oleh pasien cacar ular?

Tidak ada makanan yang harus dipantang, kecuali diketahui pasien memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Makanlah makanan yang  bergizi dan beristirahat dengan cukup sehingga daya tahan tubuh pasien cepat pulih.

Apakah komplikasi tersering cacar ular?

Komplikasi paling sering yang terjadi adalah rasa nyeri pada kulit bekas tempat terjadinya cacar ular. Nyeri yang muncul pada pasien cacar ular dapat terus berlanjut sampai berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah kelainan kulitnya hilang. Rasa nyeri ini disebut neuralgia pascaherpetika, dan dapat mengganggu kualitas hidup pasien karena dicetuskan oleh hal-hal yang pada kulit normal tidak menyebabkan nyeri, misalnya terkena pakaian, seprai, atau hembusan angin.

Pasien yang berisiko mengalami neuralgia pascaherpetika adalah pasien berusia tua atau pasien yang mengalami kelainan kulit cacar ular berat.

Bagaimana cara mencegah neuralgia pascaherpetika?

Saat mengalami cacar ular, segeralah berobat ke dokter untuk mendapatkan terapi yang optimal. Pemberian obat antivirus, antiradang, dan antinyeri yang tepat dengan dosis yang sesuai dalam waktu sesegera mungkin dapat mengurangi risiko terjadinya  neuralgia pascaherpetika.

About dr. Graciella Regina

Seorang dokter yang peduli dengan kesehatan masyarakat dan aktif menulis di berbagai media.

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply