Kulit Saya Terbakar Sinar Matahari, Dok…


Saat berlibur, baik ke pantai, pegunungan, atau berjalan-jalan di pusat kota adalah hal yang menyenangkan bagi setiap orang. Namun seringkali, liburan berakhir dengan kulit terbakar sinar matahari sehingga menjadi merah dan terasa pedih.

Bagaimana kita dapat menghindarinya?

1. Hindari terpapar sinar matahari pada pukul 10 pagi sampai 4 sore.

Selain membuat kulit terbakar, kuatnya sinar matahari pada waktu ini dapat menjadi faktor pemicu kanker kulit. Di manapun Anda berada, carilah tempat berteduh, misalnya di bawah payung. Sinar matahari dapat membakar kulit berwarna terang yang tidak terlindung dalam waktu 10 – 15 menit. Pastikan pula tubuh Anda tidak kekurangan cairan dengan meminum air putih dalam jumlah cukup.

2. Gunakan tabir surya dangan SPF 30 atau lebih tinggi.

tabir suryaGunakan tabir surya minimum 15 menit sebelum Anda keluar rumah, dan ulangi pemakaiannya setiap 2 jam. Jika Anda banyak berkeringat, pengulangan dapat dilakukan setiap jam. Pilihlah jenis tabir surya yang nyaman untuk Anda: krim, lotion, atau spray.

Pilihlah tabir surya yang mengandung perlindungan terhadap UVA dan UVB sekaligus, dan bersifat waterproof atau water-resistant. Jangan mengoleskan tabir surya terlalu tipis. Hal itu akan membuat efek perlindungannya berkurang. Oleskan pada daerah kulit yang terpapar sinar matahari, terutama telinga, belakang leher, pergelangan kaki, dan punggung tangan. Gunakan juga pelembap bibir yang mengandung SPF ≥15. Buanglah setiap tabir surya yang sudah kadaluarsa.

3. Jangan lengah di kala cuaca berawan!

Awan dapat membuat matahari tidak terlihat dan membuat Anda merasa aman dari risiko kulit terbakar. Namun ternyata, sinar matahari dapat menembus awan dan membuat kulit terbakar saat langit mendung. Jadi, walaupun cuaca berawan atau mendung, tetaplah menggunakan tabir surya dan mengulanginya, dan perlindungan yang lain.sunglasses

4. Gunakan topi lebar dan kaca mata pelindung (sunglasses)

Walaupun telah memakai topi lebar, ternyata pasir dan air tetap dapat memantulkan sinar matahari ke wajah Anda. Jadi, tetaplah menggunakan tabir surya dan pelindung lain seperti kaca mata pelindung (sunglasses). Pakailah juga baju berlengan panjang dan celana panjang jika kulit Anda rentan terbakar sinar matahari.

5. Jangan lupakan bibir, telinga, kulit kepala berambut, dan kaki,

Terkadang Anda lupa untuk melindungi bagian-bagian ini. Saat ini sudah banyak pelembap bibir yang sudah mengandung SPF. Ada pula tabir surya berbentuk spray, sehingga Anda tinggal menyemprotnya untuk melindungi bagian tubuh yang kurang nyaman jika dioles tabir surya.feet sunburn

6. Hindari penggunaan obat-obatan atau kosmetik yang membuat kulit Anda menjadi fotosensitif

Beberapa bahan kosmetik dan obat-obatan dapat membuat kulit Anda lebih sensitif terhadap sinar matahari (fotosensitif). Konsultasikanlah kosmetik dan obat yang Anda pakai pada dokter Anda.

Bagaimana mengatasi kulit yang sudah terlanjur terbakar sinar matahari?

Kulit yang terbakar sinar matahari biasanya kemerahan, nyeri, mengelupas, atau melepuh. Bahkan jika sering terbakar matahari, dalam jangka panjang akan menyebabkan penuaan dini bahkan memicu timbulnya kanker kulit.

Jika mulai merasakan pedih atau tampak kemerahan pada kulit, segeralah mencari tempat yang teduh. Basuhlah kulit dengan air sejuk (tidak dingin!), lalu berikan pelembap berulang-ulang. Jangan menggosok, mengelupas sisik kulit yang sudah ada, atau memecahkan lepuh, jika ada!

blistering sunburnSaat kulit terbakar, tubuh akan kehilangan banyak air. Maka perbanyak minum air putih. Anak-anak bayi yang masih minum ASI harus diberi ASI lebih banyak. Perhatikan tanda-tanda dehidrasi: mulut kering, rasa haus, urin pekat dan sedikit, sakit kepala, pusing, dan lemas. Anak-anak sangat mudah mengalami dehidrasi, maka mungkin Anda perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter. Minumlah obat penghilang rasa nyeri jika dirasa perlu.

Pada luka bakar yang luas, terlebih pada anak, sebaiknya segera dibawa berobat ke dokter untuk penanganan selanjutnya yang lebih intensif.

Jika Anda telah mengalami kulit terbakar matahari, hindarilah paparan sinar matahari dengan melindungi kulit dan selalu berada di tempat yang teduh. Ingat, melindungi kulit dan mencegahnya terbakar jauh lebih baik daripada mengobati.family outing

Sumber:

http://www.skincancer.org

http://wwwnc.cdc.gov

http://www.healthcentral.com

About dr. Graciella Regina

Seorang dokter yang peduli dengan kesehatan masyarakat dan aktif menulis di berbagai media.

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply