Kulit dan Sinar Matahari


Indonesia adalah negara beriklim tropis dan mendapat banyak pancaran sinar matahari. Sinar matahari yang mencapai bumi terdiri dari sinar tampak, sinar ultraviolet, dan sinar infra merah. Sebagai penduduk negara tropis sebaiknya kita mengetahui efek baik dan buruk sinar matahari, khususnya sinar ultraviolet, terhadap kesehatan, serta bagaimana melindungi diri kita dari efek buruk yang dapat timbul dari sinar tersebut.

Manfaat sinar ultraviolet untuk kesehatan antara lain:

  • Pembentukan vitamin D Sinar ultraviolet (UV) B yang terdapat pada sinar matahari menembus kulit dan mengubah 7-dehidrokolesterol yang ada di kulit  menjadi  previtamin D3, yang kemudian akan diubah lagi menjadi vitamin D3 yang aktif. Vitamin D ini diperlukan tubuh untuk menjaga kadar normal kalsium dan fosfor dalam darah untuk mendukung metabolisme tubuh, fungsi saraf dan otot, mineralisasi tulang, serta mengurangi risiko kanker usus besar.Anak-anak yang kekurangan vitamin D akan mengalami kelainan pertumbuhan tulang, sedangkan pada lansia kekurangan vitamin D akan meningkatkan risiko osteoporosis. Produksi vitamin D melalui radiasi sinar UVB ternyata dihambat oleh tebalnya pakaian, penggunaan tabir surya, lemak tubuh yang berlebihan, dan pigmen melanin kulit.
  • Perbaikan penyakit kulit tertentu. Sinar ultraviolet dalam kadar tertentu dapat bermanfaat dalam penyembuhan beberapa penyakit kulit, misalnya psoriasis. Psoriasis adalah penyakit kemerahan pada kulit dengan sisik yang berlapis-lapis.
  • Memperbaiki mood Penelitian membuktikan bahwa sinar matahari dapat menstimulasi produksi zat kimia triptamin di dalam otak yang dapat memperbaiki mood.

Efek buruk sinar matahari terhadap kesehatan misalnya:

  • Meningkatkan risiko kanker kulit Radiasi sinar UVB dapat merusak DNA sel-sel kulit dan menyebabkan pertumbuhan yang tidak terkontrol sehingga menjadi keganasan.
  • Menyebabkan kulit terbakar (sunburn) dan menggelap (suntan) Kulit yang terpapar sinar UV berlebihan akan mengalami kerusakan dan peradangan, sehingga terasa panas dan tersengat, seperti terbakar. Kulit yang menggelap disebabkan produksi melanin kulit yang meningkat yang disebabkan paparan terus-menerus terhadap sinar matahari.
    sunburnt
  • Penuaan dini Sinar UV dapat merusak jaringan kolagen dalam kulit sehingga kulit kehilangan elastisitasnya dan menjadi berkeriput. Kulit juga mengalami perubahan warna, seperti muncul bercak-bercak coklat di wajah, dada, dan lengan.
  • Melemahkan imunitas tubuh Paparan berlebihan terhadap sinar UV dapat menekan sistem imun tubuh dan pertahanan alami kulit. Kulit yang terbakar dapat mengubah distribusi dan fungsi sel darah putih manusia yang berperan dalam melawan infeksi bakteri, virus, parasit. Kulit yang terpapar sinar UV secara berlebihan akan kehilangan kemampuan menangkal infeksi dan keganasan.
  • Kerusakan mata Paparan terus menerus terhadap sinar UV dapat menyebabkan katarak dan selaput pada mata (pterigium) yang dapat mengganggu penglihatan.Walaupun paparan sinar matahari dapat merugikan kesehatan, namun tidak dapat dipungkiri bahwa sinar matahari juga diperlukan untuk kesehatan tubuh kita. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk melindungi diri dari efek negatif sinar matahari sambil berusaha mendapatkan efek positifnya. sunglasses

Gunakanlah tabir surya dan hindari paparan sinar matahari dari pukul 10.00 sampai 14.00. Tidak ada satu tabir suryapun yang dapat 100%  melindungi kulit dari sinar UV, jadi tetap gunakan topi, payung, kaca mata gelap, atau baju lengan panjang untuk mengurangi paparan sinar matahari. Gunakan tabir surya 20-30 menit sebelum keluar dari ruangan, dan ulangi pemakaiannya setiap 2 jam, terutama jika Anda banyak berkeringat. Walaupun hari mendung, bukan berarti radiasi sinar UV tidak sampai ke kulit kita. Awan hanya menghalangi sinar tampak dari matahari, sedangkan sinar UV-nya tetap dapat mencapai kulit kita.sunsun

Gunakan kaca mata gelap untuk melindungi mata dari bahaya radiasi sinar UV saat berada di ruang terbuka.

Sangatlah penting untuk mengenali keganasan kulit sesegera mungkin, sehingga dapat dilakukan penanganan secepatnya. Segera kunjungi dokter kulit terdekat jika Anda menemukan tahi lalat yang cepat membesar, mudah berdarah, atau luka yang tidak kunjung sembuh pada kulit Anda.

Sumber:

http://epa.gov/sunwise/uvandhealth.html#skincancer

www.nlm.nih.gov
www.science.learn.org.nz

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2290997/

http://epa.gov/sunwise/uvandhealth.html

About dr. Graciella Regina

Seorang dokter yang peduli dengan kesehatan masyarakat dan aktif menulis di berbagai media.

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply