Dermatitis Seboroik, Kulit Merah Kering Bersisik


Pernahkah Anda mengalami kulit wajah di sekitar hidung dan alis terasa kering dan bersisik? Mungkin Anda mengalami kondisi yang disebut dermatitis seboroik.

 

300px-Seborrhoeic_dermatitis_highres

Dermatitis seboroik adalah ruam merah kambuh-kambuhan yang disertai sisik halus kekuningan atau berminyak. Pasien biasanya juga mengeluhkan kulit kepala berketombe. Area kulit yang terkena adalah area yang memiliki banyak kelenjar minyak (kelenjar sebasea), yaitu kulit kepala berambut, alis, lipatan kulit area hidung dan bibir (lipat nasolabial), telinga, dada, serta punggung atas. Derajat keparahan penyakit bervariasi, dari hanya berupa ruam merah sampai berupa ruam kemerahan yang disertai sisik tebal serta ketombe yang banyak.

(Foto: wikipedia.org)

 

PRinc_photo_of_cradle_cap

Dermatitis seboroik dapat dialami oleh bayi dan dewasa. Pada bayi gejala yang dapat ditemukan adalah kulit kepala berkerak kekuningan (cradle cap) atau berupa ruam merah di ketiak dan selangkangan. Kelainan ini muncul pada bayi usia sekitar 3 bulan, dan biasanya sembuh sendiri pada usia 6-12 bulan. Dermatitis seboroik pada dewasa muncul pada usia remaja akhir. Pasien dapat merasakan gatal yang minimal disertai kulit wajah yang cenderung kering namun berminyak.

(Foto: webmd.com)

Penyebab dermatitis seboroik belum diketahui dengan jelas, namun diduga berhubungan dengan aktivitas spesies komensal di kulit, yaitu Malassesia sp. Dermatitis seboroik juga dikaitkan dengan kulit yang berminyak, faktor keluarga, keadaan imunosupresi (misalnya HIV, limfoma), dan penyakit saraf (misalnya epilepsi dan Parkinson). Faktor pencetus kekambuhan dermatitis seboroik sangat bervariasi, di antaranya udara yang terlalu kering, stress psikis maupun fisik, serta mengonsumsi obat-obatan tertentu.

 

Untuk mencegah kekambuhan kondisi dermatitis seboroik, pasien dianjurkan untuk mengetahui dan menghindari pencetus dermatitis seboroiknya. Konsultasikan masalah kulit Anda kepada Dokter yang kompeten untuk mendapatkan terapi selanjutnya. Terapi untuk dermatitis seboroik tidak boleh digunakan tanpa pengawasan Dokter.

 

Sumber:

webmd.com

dermnetnz.org

mayoclinic.org

 

About dr. Regina, Sp.KK

Seorang dokter spesialis kulit dan kelamin yang bekerja sebagai klinisi di sebuah rumah sakit sekaligus sebagai dosen di salah satu fakultas kedokteran swasta di Jakarta.

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply